JAKARTA, NHBnews.com– Di tengah naiknya harga beras dan kebutuhan pokok, banyak dari kita justru masih sibuk menaikkan harga gengsi.
Beli barang yang tidak butuh, dengan uang yang tidak ada, untuk mengesankan orang yang bahkan tidak peduli.Kita mengeluh harga pangan mahal, tapi di kafe masih pesan kopi Rp 35 ribu tanpa mikir.
Kita bilang ekonomi sulit, tapi paylater untuk barang branded tetap jalan terus.Ini bukan soal melarang hidup enak.
Tapi soal prioritas. Di saat ekonomi rakyat sedang diuji, gaya hidup hedon hanya akan membuat kita semakin terjepit.
Saatnya kembali ke prinsip sederhana: Dahulukan kebutuhan, tunda keinginan.
Karena yang akan menyelamatkan kita saat krisis bukan jumlah like di Instagram, tapi seberapa bijak kita mengelola uang. (NHB