JAKARTA, NHBNews.com – Hari ini, 22 Oktober 2026, kita memperingati Hari Santri Nasional. Tapi peringatan tahun ini terasa berbeda. Di saat ribuan santri menggelar istighosah, layar bursa kita berdarah-darah.
Rupiah resmi menyentuh Rp18.060 per Dolar AS hari ini. IHSG tertekan berat setelah MSCI ancam turunkan status Indonesia dari emerging market jadi standalone market.
Prabowo sendiri sudah bilang: “Tak Gentar Hadapi MSCI”. Tapi pertanyaannya, apakah rakyat kecil tak gentar?
1. Ekonomi Melemah, Gengsi Jangan Naik
Sama seperti opini kita kemarin tentang beras. Inflasi Oktober diprediksi 3,25% karena cabai dan pangan naik. Di saat pangan naik, jangan malah hamburkan uang untuk gengsi.
2. Semangat Santri adalah Semangat Resolusi Jihad Ekonomi
Tahun 1945, santri angkat senjata lawan penjajah. Tahun 2026, santri harus angkat ekonomi. Pesantren punya 4 juta UMKM. Kalau semua santri belanja produk santri, Rupiah bisa kuat lagi.
3. Jangan Jadi Korban FOMO Pasar Modal
Asing sudah jual bersih Rp88 triliun tahun ini. Jangan ikut panik. Dahulukan kebutuhan, tunda keinginan. Penutup:
Hari Santri bukan sekadar sarungan dan pecian.
Hari Santri adalah hari untuk membuktikan bahwa dari pesantren, ekonomi umat bisa bangkit.
Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026. Ekonomi berdarah, santri harus bangkit!
Penulis : Tim NHBnews.com