BANGKALAN, NHB NEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan akan menggelar Launching dan Bedah Buku berjudul “Common Sense in Action; Membangun Kesadaran Etika Melalui Pengolahan Air Limbah”.Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan.
Buku dengan ISBN 978-634-296-556-6 ini mengangkat isu krusial tentang pentingnya kesadaran etika dalam pengelolaan lingkungan, khususnya air limbah rumah sakit dan industri yang selama ini menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk Bangkalan.
Acara launching ini akan menghadirkan tokoh-tokoh penting dan kompeten di bidangnya sebagai pembedah dan narasumber.Adapun daftar pembicara yang akan hadir yakni:
1. KH. Makki Nasir, M.Pd. – Ketua MUI Cabang Bangkalan & Ketua NU Cabang Bangkalan.
2. Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. – Rektor Universitas Trunojoyo Kabupaten Bangkalan.
3. Luhur Istigfar, S.H., M.Hum – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Timur.
4. dr. Hamid Nawawi, Sp. A – Dokter Senior Spesialis Anak Kabupaten Bangkalan.
5. Ahmad Syahruddin, S. T – Aplikator Alat Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).
6. Kresna Bayu, S. H – Ketua HMI Cabang Bangkalan.
7. Bahrulloh, S. H – Ketua Bidang HAM dan LH HMI Cabang Bangkalan.
8. Romi Harris Saputra, S. T – Praktisi Lingkungan Hidup dan Pimpinan Media BasisNews.
Ketua HMI Cabang Bangkalan, Kresna Bayu, S.H., menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk ikhtiar akademik dan gerakan moral dari kader HMI untuk memberikan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan.
“Kami melihat pengelolaan air limbah belum menjadi kesadaran kolektif. Padahal dampaknya sangat besar bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Melalui buku Common Sense in Action ini, kami ingin membangun logika sehat dan kesadaran etika bahwa IPAL itu bukan beban, melainkan investasi moral,” ujar Kresna.
Sementara itu, Romi Harris Saputra selaku penulis buku yang juga praktisi lingkungan, menegaskan bahwa buku ini ditulis berdasarkan pengalaman lapangan dalam pendampingan instalasi IPAL di berbagai fasilitas kesehatan.”Banyak yang menganggap IPAL hanya formalitas perizinan.
Di buku ini saya bongkar dengan bahasa yang sederhana, bagaimana etika kita diuji ketika mengelola limbah.
Kalau kita lalai, yang jadi korban adalah generasi kita sendiri,” kata Romi.Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan diharapkan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 yang memberikan edukasi substantif, bukan sekadar seremonial.
Panitia mengundang seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, mahasiswa, aktivis lingkungan, tenaga kesehatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk hadir dalam acara tersebut.
Melalui bedah buku ini, HMI Cabang Bangkalan berharap terbangun sinergi antara ulama, akademisi, penegak hukum, praktisi, dan pemerintah untuk bersama-sama mendorong pengelolaan air limbah yang beretika dan berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan.
Penulis : UDN
