Pakpak Bharat, NHBNEWS.COM – Puluhan warga dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Sikadang Jandi, Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, melayangkan protes keras kepada pemerintah daerah dan pihak kontraktor pelaksana proyek.
Protes ini dipicu oleh pelaksanaan proyek Peningkatan Kapasitas Jalan Provinsi pada ruas Salak – Batas Humbang Hasundutan (Humbahas) dengan penambahan badan jalan menjadi dua jalur.
Warga menilai pengerjaan pemasangan box culvert atau U-ditch dilakukan tidak merata dan tebang pilih.Aksi keberatan tersebut muncul karena pembangunan box culvert di kawasan permukiman dan pertokoan tidak sejajar dengan bahu jalan, sehingga mengganggu akses keluar-masuk rumah warga, pemilik toko, dan pelaku UMKM setempat, mulai dari pedagang sembako, kuliner, hingga penyedia jasa.

Warga menyatakan bahwa pengerjaan drainase di kawasan pertokoan padat tersebut terkesan diskriminatif. Beberapa titik di depan ruko tertentu telah terpasang rapi, sementara di depan toko warga lainnya dibiarkan terbuka menganga tanpa alasan teknis yang jelas.
Hal itu disampaikan perwakilan pelaku usaha kepada kru media, Sabtu (24/10/2026), sembari menunjukkan visual parit terbuka yang menghambat aktivitas ekonomi warga.”Kondisi saluran air yang menyatu dengan bahu jalan dalam posisi miring mengakibatkan volume air dari hulu tidak tertampung saat derasnya arus hujan.
Kondisi di lapangan seperti ini sangat mengganggu akses pembeli masuk, sehingga omzet kami turun drastis,” ujarnya.”Selain merugikan secara ekonomi, pembangunan drainase yang tidak merata juga menciptakan risiko keselamatan yang tinggi bagi pejalan kaki dan pelanggan, terutama saat malam hari atau ketika hujan lebat,” tegasnya kepada awak media.
Sementara itu, Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Pakpak Bharat, Raja Binggot Banurea, menegaskan bahwa keberatan para pelaku usaha yang terdampak pembangunan di sekitar Jalan Lae Ordi tersebut akan disampaikan ke Kantor Kepala Desa Boangmanalu dan selanjutnya kepada instansi terkait.
“Kami akan sampaikan hari ini ke Kantor Kepala Desa, dan selanjutnya juga kepada pemerintah setempat, terutama kepada pihak rekanan yang mengerjakan proyek di sepanjang jalan ini. Kami mendukung pembangunan di daerah ini, asal tidak mengganggu para pelaku usaha dan UMKM di sekitar,” tegas Raja.
Berdasarkan dokumen uraian singkat, proyek ini merupakan bagian dari Paket Peningkatan Kapasitas Jalan Provinsi pada Ruas Salak – Batas Humbahas dengan Penambahan Jalan Menjadi Dua Jalur di Jalan Sikadang Jandi (Kota Salak), Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat.
Proyek infrastruktur di bawah Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dan Cipta Karya, UPTD Bina Marga dan Cipta Karya Sidikalang ini didanai oleh Anggaran Provinsi Sumatera Utara dengan pagu anggaran mencapai Rp 19.439.540.000 (Sembilan Belas Miliar Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah).
Warga berharap pihak kontraktor pelaksana segera melakukan evaluasi dan merampungkan pekerjaan U-ditch atau box culvert secara menyeluruh tanpa diskriminasi demi kepentingan fasilitas publik.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu itikad baik dan respons nyata dari instansi terkait serta pihak kontraktor untuk memperbaiki pengerjaan di lapangan demi menghindari jatuhnya korban akibat fasilitas yang belum rampung.
Penulis: FP
