TANGERANG, NHBNEWS,COM – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat dan keluarga pegawai terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di sejumlah wilayah.
Bantuan melalui program Imipas Peduli meliputi masker, obat-obatan, santunan, distribusi air bersih, paket sembako, hingga pembangunan sumur bor. Penyaluran dilakukan dalam Kick Off Peringatan Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 di Auditorium Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), Tangerang, Rabu (28/10).
Bantuan disalurkan sesuai kebutuhan wilayah. Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Kemenimipas menyalurkan masker, obat-obatan, dan santunan bagi pegawai serta keluarga terdampak kabut asap karhutla.
Sementara untuk kekeringan, disalurkan 150 tangki air bersih ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan 200 tangki ke Jawa Tengah. Di Jawa Tengah, bantuan juga mencakup 200 paket sembako, masing-masing 100 paket untuk Cilacap dan Blora, serta pembangunan sumur bor di Blora. Pegawai Kemenimipas juga menghimpun donasi Rp300 juta untuk kegiatan sosial kemanusiaan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Imipas Agus Andrianto berdialog virtual dengan jajaran kanwil dan penerima bantuan di daerah terdampak untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan.
Perwakilan Kanwil Ditjen Imigrasi Kalteng, Budiman Hadiwasito, menyampaikan kabut asap telah berlangsung tiga bulan dan berdampak pada kesehatan.
“Di Kalimantan Tengah ini sudah tiga bulan kami mengalami musibah kabut asap. Terdampak sudah dua orang. Keluarga Bapak Edi Rangga, kedua anaknya umur dua dan delapan tahun mengalami ISPA,” ujar Budiman.
Menteri Agus menyampaikan keprihatinan dan meminta pendataan ulang kebutuhan masker serta memastikan anak-anak yang terkena ISPA mendapat penanganan medis, termasuk koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara jika diperlukan.
Sementara itu, Kakanwil Ditjen Imigrasi Jateng, Haryono, menyebut Kecamatan Jati, Blora menjadi wilayah paling parah terdampak kekeringan.
“Kecamatan Jati merupakan salah satu kecamatan yang paling terdampak kekeringan. Kami menyalurkan 100 tangki air bersih kapasitas masing-masing 5.000 liter karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Haryono.
Menteri Agus membuka kemungkinan bantuan tambahan dan mendorong solusi jangka panjang dengan menghitung kebutuhan pipa aliran air untuk menjangkau wilayah yang masih kering.
Melalui program Imipas Peduli, Kemenimipas menegaskan pengabdian tidak hanya melalui tugas keimigrasian dan pemasyarakatan, tetapi juga kehadiran nyata membantu masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema Hari Bakti ke-2, “Imipas Melayani, Tegas Menjaga, Tulus Membina”.
Penulis : Hen
